Gerakan Digital Youth Movement: Suara Pemuda Menguatkan Penyiaran Kita menjadi momentum penting bagi generasi muda Indonesia dalam menunjukkan kepedulian terhadap masa depan penyiaran nasional. Kegiatan yang diinisiasi untuk memperkuat literasi digital dan partisipasi pemuda ini ditandai dengan pembacaan Deklarasi Suara Pemuda untuk Penyiaran Sehat, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ekosistem penyiaran yang sehat, edukatif, dan berkarakter kebangsaan.

Deklarasi ini dibacakan oleh perwakilan peserta yang berasal dari berbagai komunitas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa dari sejumlah daerah di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam menciptakan ruang digital dan penyiaran yang positif di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digitalisasi media.

Dalam Deklarasi Suara Pemuda untuk Penyiaran Sehat, para peserta menyatakan lima poin sikap utama:

  1. Siap menjadi pelopor literasi digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di ruang digital dan media penyiaran. Sikap ini menegaskan komitmen pemuda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
  2. Menolak segala bentuk penyiaran yang menebar hoaks, ujaran kebencian, kekerasan, dan diskriminasi, serta mendukung tayangan yang edukatif, inspiratif, dan berkarakter kebangsaan. Pemuda mendorong lembaga penyiaran untuk lebih selektif dan berorientasi pada nilai-nilai kebaikan publik.
  3. Berkomitmen memperkuat peran pemuda sebagai penjaga nilai-nilai moral, budaya, dan demokrasi dalam era digital yang serba cepat dan terbuka. Pemuda diharapkan mampu menjadi filter sosial dalam menyikapi setiap informasi dan tayangan yang beredar.
  4. Mendukung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga independen yang memiliki mandat untuk memastikan penyiaran nasional tetap sehat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik. Dukungan ini menjadi wujud sinergi antara masyarakat, khususnya generasi muda, dengan lembaga negara dalam menjaga kualitas penyiaran.
  5. Bersatu dalam Gerakan Digital Youth Movement, untuk menciptakan ekosistem penyiaran yang inklusif, kreatif, dan berdaya bagi masa depan bangsa. Semangat kolaborasi ini menjadi modal sosial penting untuk memperkuat literasi media dan menghadirkan ruang siar yang aman serta produktif bagi semua kalangan.

Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas penyiaran nasional. Menurutnya, penyiaran merupakan ranah publik yang harus dijaga bersama agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Pemuda adalah motor penggerak siaran sehat. Mereka harus mampu mewarnai layar kaca dan ruang digital kita dengan konten-konten positif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun karakter bangsa. Media pun memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan tayangan berkualitas sesuai dengan aturan dan etika penyiaran. Demokrasi yang sehat lahir dari media yang berkualitas, karena wajah Indonesia sesungguhnya tercermin dari apa yang tampil di layar kaca,” ujar Mimah Susanti.

Pernyataan tersebut menjadi penguat bahwa literasi dan kesadaran publik terhadap isi siaran tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda yang aktif dan kritis.

Melalui deklarasi ini, para peserta menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika media dan penyiaran, tetapi harus mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Mereka ingin memastikan bahwa setiap konten yang beredar di ruang publik, baik melalui televisi, radio, maupun platform digital, mampu mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan keberagaman Indonesia.

Kegiatan Digital Youth Movement diharapkan menjadi wadah berkelanjutan bagi pemuda untuk memperkuat kapasitasnya dalam literasi digital, advokasi penyiaran sehat, dan kolaborasi kreatif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga penyiaran, dan organisasi masyarakat sipil.

Dengan semangat “Suara Pemuda Menguatkan Penyiaran Kita”, deklarasi ini menjadi tonggak penting bagi gerakan literasi media di Indonesia — menegaskan bahwa penyiaran yang sehat adalah tanggung jawab bersama, dan pemuda berada di garis depan dalam menjaganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dukung Kami dengan Donasi

Kami mengajak Anda untuk ikut serta dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan di Yayasan Srimanganti Nusantara.

Bantuan Anda sangat berarti bagi keberlangsungan program-program kami.

Rekening Donasi:

Bank: BRI
a.n: Putra Srimanganti Nusantara
180201000588566

Bukti Transfer :

Terima kasih atas donasi yang telah Anda berikan. Dukungan Anda sangat berarti bagi kelangsungan program kami di Yayasan Srimanganti Nusantara.