Dorong Kolaborasi untuk Penyiaran Ramah Perempuan, Anak, dan Pesantren

Jakarta – Yayasan Srimanganti Nusantara mengadakan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Jumat, 19 September 2025. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Komisioner KPI, Ibu Mimah Susanti, yang menyambut baik gagasan kolaborasi antara KPI dan Srimanganti dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi Z, untuk lebih peduli terhadap siaran yang sehat dan berkualitas.
Dalam audiensi tersebut, Nurfauzy Abdillah, Ketua Yayasan Srimanganti Nusantara, memaparkan sejumlah tawaran program kolaborasi strategis. Sementara itu, Fani Juantika, pengurus yayasan, turut mempresentasikan profil lembaga yang berfokus pada tiga isu utama: pendidikan, perempuan, dan pesantren.
Dillah, sapaan akrab Ketua Yayasan Srimanganti Nusantara, menegaskan pentingnya integrasi pesantren dengan ruang penyiaran.
“Kami melihat lembaga pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan ruang penyiaran. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat peran media sebagai sarana dakwah kultural, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, visi Perempuan Berdaya, Pesantren Digdaya dapat diwujudkan melalui ruang penyiaran yang sehat dan adil gender,” ujar Dillah.
Hal senada disampaikan oleh Fani, yang menekankan pentingnya penyiaran sebagai ruang pemberdayaan perempuan.
“Dengan tagline Perempuan Berdaya, Pesantren Digdaya, kami melihat penyiaran sebagai ruang strategis untuk mendorong lahirnya konten yang ramah perempuan, inklusif, dan edukatif. Melalui sinergi ini, diharapkan akan hadir program-program penyiaran yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, melindungi, serta memberdayakan perempuan dan anak dengan nilai-nilai positif dari pesantren,” jelas Fani.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Mimah Susanti menyampaikan apresiasinya terhadap gagasan Srimanganti.

“Spirit anak muda memang dibutuhkan dalam kerja-kerja kelembagaan KPI. Anak muda yang peduli pada dunia penyiaran masih jarang. Hadirnya Srimanganti menjadi warna baru bagi KPI,” tutur Mimah Susanti.
Audiensi ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Srimanganti Nusantara dan KPI dalam memperkuat ekosistem penyiaran nasional yang lebih ramah, inklusif, dan adil gender mendukung penguatan nilai kebangsaan, dengan melibatkan suara perempuan, pesantren, dan generasi muda