Oleh : Fadhila Alvinia

K.H. Ahmad Sanusi merupakan pendiri Pondok Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. Saat ini Pondok Pesantren Syamsul ulum bertransformasi menjadi Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) Pondok Pesantren Syamsul Ulum Kota Sukabumi Jawa Barat. KH. Ahmad Sanusi dilahirkan pada tanggal 03 Muharam 1036 H (18 September 1889) hari kamis, di Kampung Cantayan, Desa Cantayan, Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi. Dan meninggal pada tanggal 15 Syawal 1369 H (1950) dalam usia 64 tahun. Ahmad Sanusi adalah putra ketiga dari KH. Abdurrahim bin H. Yasin yang merupakan keturunan dari Syekh Abdul Muhyi penyebar Islam di daerah Tasikmalaya.
Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum didirikan oleh Almarhum Mama Ajengan K. H. Ahmad Sanusi pada tahun 1933, dalam upaya memenuhi perkembangan zaman dari masa-kemasa dan untuk memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, serta senantiasa mengemban misi hidup “Sebagai Hamba Allah dan Khalifah Fil Ardhi yang Berilmu Amaliyah dan Beramal Ilmiah”. Pendiri Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum bercita-cita melahirkan generasi-generasi yang memiliki ruh da’i, jiwa pendidik, dan berkarakteristik pejuang. Niat dan nilai luhur yang digariskan oleh beliau tersebut senantiasa dijadikan pijakan oleh para penerusnya, kemudian diimplementasikan kedalam kerangka perjuangan yang disusun melalui program – program oleh para pengurus yayasan hingga saat ini.
Di samping menjalankan tugasnya sebagai kyai pesantren, Ahmad Sanusi juga terlibat dalam kegiatan politik dengan menjadi anggota Sarikat Islam Cabang Sukabumi dan pendiri organisasi AII (Al-Ittihād al-Islāmiyah) yang dibubarkan oleh Jepang, tetapi kemudian berdiri kembali dengan nama Persatoean Oemat Islam Indonesia (POII) dan sekarang menjadi Persatuan Umat Islam (PUI).
Setelah meninggalnya KH.Ahmad Sanusi kini pondok pesantren syamsul ulum di pimpin oleh Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag merupakan cucu dari KH.Ahmad Sanusi. Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag lahir di Sukabumi pada tanggal 31 Desember 1959. Beliau mengawali pendidikan formalnya di Sekolah Dasar (SD) Syamsul Ulum tahun 1966-1972. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ustazah Neni melanjutkan pendidikannya di Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP) Syamsul Ulum 1972-1975, yang diikuti dengan pendidikan di pesantren yang juga berada di lingkungan Syamsul Ulum.
Setelah menamatkan pendidikan di SKKP, Ustazah Neni melanjutkan ke Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) di Syamsul Ulum dengan pilihan jurusan Tata Boga tahun 1975-1978, beliau juga mulai aktif organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) sembari tetap menimba ilmu di pesantren yang sama. Pendidikan Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) atau setara dengan menengah atasnya turut memperkuat dasar-dasar keilmuan agama yang telah diperolehnya sejak dini.
Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul Ulum. Meskipun terdaftar di STAI Syamsul Ulum, setiap ujian beliau harus menempuh perjalanan ke Bandung, tepatnya ke kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Fakultas Syariah dan Hukum. Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag mengikuti organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) dan organisasi Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) untuk mengembangkan keahliannya di bidang pencermah atau menjadi Dai. Karena memiliki ruang lingkup keluarga pesantren maka ditamankan setiap anak harus belajar menjadi penceramah dan mengamalkan ajaran Islam kepada masyarakat luas, sehingga beliau mengikuti organisasi berbasis dakwah dan menjadi hobi berbicara depan banyak orang maka memilih untuk menjadi penceramah atau dai.
Selain aktif menjadi penceramah beliau aktif terlibat dalam salah satu organisasi Islam di bawah NU (Nahdhotul Ulama) bernama “Fatayat.” Ia menjabat sebagai sekretaris Fatayat Kota Sukabumi. Meski usianya sudah terbilang tidak muda lagi, ia penuh energi dan tidak pernah putus asa dalam mencari ilmu atau perannya sebagai dakwah dalam menyebarkan Islam. Ustazah Neni Fauziah adalah sosok perempuan yang menjadi pemimpin pondok pesantren di Kota Sukabumi. Menjadi pimpinan pondok pesantren tentu bukanlah hal yang mudah, karena terdapat banyak harapan dari para orang tua yang menitipkan anak-anak mereka ke pondok pesantren agar kelak menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan.
BIOGRAFI PENULIS

Fadhila Alvinia El Hakim lahir di Karawang pada 16 April 2001. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Cikapek, kemudian melanjutkan ke MTs Sunanulhuda sambil menjalani pendidikan di pesantren. Pendidikan menengah atas ditempuh di Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur atau SMA Al-Ittihad Cianjur.
Sejak SMA, Fadhila aktif dalam berbagai organisasi sekolah, seperti Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dan OSIS. Ia juga memiliki minat besar pada kegiatan kepramukaan hingga mencapai tingkatan Bantara.
Setelah lulus SMA, Fadhila melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Selama masa kuliah, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Di luar kampus, ia juga aktif di organisasi ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan menjabat sebagai Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Putri (Kopri) Fakultas Dakwah dan Komunikasi.