
Yosep Yusdiana di Kelas Meja Bundar Srimanganti
Depok, 25 Juli 2025 – Yayasan Srimanganti Nusantara kembali menggelar diskusi publik dalam seri Kelas Meja Bundar, yang kali ini mengangkat tema besar soal kepemimpinan perempuan dalam demokrasi. Bertempat di Rumah Gerakan, kegiatan yang berlangsung pada Kamis sore ini menghadirkan Yosep Yusdiana, aktivis dan pengamat politik, sebagai narasumber utama.
Diskusi yang dimulai pukul 15.00 WIB itu menghadirkan berbagai kalangan – mulai dari mahasiswa, pegiat organisasi masyarakat, hingga pemerhati isu gender dan politik – dalam suasana yang akrab namun penuh pemikiran kritis.
Dalam paparannya, Yosep menegaskan bahwa keberadaan perempuan dalam ruang-ruang kekuasaan tidak boleh berhenti pada sekadar angka kehadiran atau pencapaian kuota semata.

“Affirmative action harus menjadi jalan pembuka, bukan pagar pembatas,” tegasnya.
“Kepemimpinan perempuan dalam ruang demokrasi bukan sekadar kehadiran, tapi kekuatan untuk mengubah arah kebijakan secara adil dan setara.”
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan afirmatif—seperti kuota perempuan dalam parlemen atau jabatan publik—harus dilihat sebagai langkah awal menuju transformasi struktural, bukan justru menjadi batasan peran perempuan dalam politik.
Lebih dari Representasi: Saatnya Perempuan Menentukan Arah
Diskusi juga mengulas kenyataan bahwa meski keterwakilan perempuan secara angka terus meningkat, banyak di antaranya belum memiliki ruang untuk benar-benar memengaruhi arah kebijakan secara substansial. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya politik patriarkal, kurangnya dukungan struktural, dan minimnya ruang belajar kepemimpinan yang berpihak pada keadilan sosial.
Yosep juga mendorong adanya investasi lebih besar pada pendidikan politik perempuan serta penguatan komunitas yang mampu membangun solidaritas lintas gender dan kelas.
Srimanganti dan Komitmen Membangun Ruang Kritis
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Yayasan Srimanganti Nusantara untuk membangun ekosistem pemikiran kritis dan ruang diskusi publik yang terbuka, terutama bagi isu-isu strategis seperti demokrasi, kesetaraan gender, dan keadilan sosial.
“Diskusi seperti ini penting agar kita tidak hanya bicara tentang siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga bagaimana kekuasaan itu digunakan untuk mengubah struktur yang timpang,” ujar salah satu peserta diskusi.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan diskusi yang kaya perspektif, kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang belajar politik yang inklusif masih sangat dibutuhkan – bukan hanya untuk membincangkan keadilan, tetapi juga untuk mewujudkannya.

Tentang Kelas Meja Bundar
Kelas Meja Bundar adalah ruang diskusi publik yang diinisiasi oleh Yayasan Srimanganti Nusantara untuk mendorong dialog kritis, literasi politik, dan kolaborasi lintas sektor demi masyarakat yang lebih adil dan setara.