Yayasan Srimanganti Nusantara

Kajian

UNDANGAN TERBUKA MENJADI KONTRIBUTOR TULISAN SRIMANGANTI NUSANTARA

Suara dari Pesantren, Suara Perubahan

Srimanganti Nusantara mengundang kamu, siapa pun kamu, untuk menyalakan pengetahuan, memperkuat suara akar rumput, dan menyulut keberanian melalui tulisan.

Kami percaya: pesantren bukan hanya ruang belajar, tapi juga ruang hidup, ruang bergerak, dan ruang tumbuh bersama.

Tema-Tema Utama yang Kami Dukung:

Pendidikan Berbasis Pesantren

Angkat cerita, pemikiran, atau refleksi tentang pesantren sebagai pusat pembelajaran, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Pendidikan Berbasis Pesantren

Angkat cerita, pemikiran, atau refleksi tentang pesantren sebagai pusat pembelajaran, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Inklusi dan Keberlanjutan

Tantang batas! Tulis tentang pentingnya pendidikan yang setara, terbuka, dan berkelanjutan untuk semua kalangan, termasuk anak muda, difabel, atau kelompok terpinggirkan lainnya.

Siapa Saja yang Bisa Menulis?

Kami tidak melihat usia, jenis kelamin, atau latar belakang pendidikanmu. Selama kamu punya semangat dan keberanian menulis untuk perubahan, kami tunggu tulisanmu!

Bentuk Tulisan yang Diterima

Cara Mengirim Tulisan

Kirim tulisanmu ke:
 srimangantunusantara01@gmail.com
Subjek email: Kontribusi Naskah – [Nama Penulis]

Sertakan juga:

  • Biografi singkat (1 paragraf)
  • Akun media sosial (jika berkenan)
  • Foto penulis (opsional)

 Batas Waktu Pengiriman:

Tulisan dapat dikirim kapan saja. Tim redaksi akan mengkurasi dan menjadwalkan publikasi secara berkala.

Kenapa Harus Menulis?

Karena tulisanmu bisa:

  • Menjadi cahaya bagi yang mencari makna
  • Menyuarakan yang lama dibungkam
  • Menumbuhkan harapan dari pesantren untuk dunia

Apresiasi untuk Karyamu:

Setiap tulisan yang terbit akan mendapat honorarium. Kami sadar bahwa ini belum sepadan dengan nilai pemikiran dan tenaga yang kamu berikan. Tapi izinkan kami memberi apresiasi kecil sebagai bentuk terima kasih dan solidaritas.

Mari menulis,
mari bergerak.

Mari menulis, mari bergerak.

Jadikan pesantren bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat berpikir, bertanya, dan bermakna.

Feminisme di Balik Dinding Pesantren: Suara Perempuan dalam Pendidikan Agama

Oleh: Hendi Supriatna Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, seringkali dianggap sebagai dunia yang didominasi budaya patriarki. Dampaknya terjadi ketidakadilan gender, diskriminasi perempuan dan tersubordinatkan pada kaum laki-laki. Namun, di balik dinding-dindingnya, sebuah gerakan senyap kuat sedang tumbuh. Feminisme bukan

Membaca Syahwat di Kitab Kuning

Oleh : Raden Siska Marini “Apakah haram menyentuh perempuan yang bukan mahram?” Pertanyaan ini kerap muncul di halaqah-halaqah pesantren ketika kitab Fathul Qarib dibuka. Namun yang jarang disentuh lebih jauh adalah: mengapa tubuh, syahwat, dan relasi tak pernah benar-benar dibahas

Feminisme di Balik Dinding Pesantren: Suara Perempuan dalam Pendidikan Agama

Oleh: Hendi Supriatna Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, seringkali dianggap sebagai dunia yang didominasi budaya patriarki. Dampaknya terjadi ketidakadilan gender, diskriminasi perempuan dan tersubordinatkan pada kaum laki-laki. Namun, di balik dinding-dindingnya, sebuah gerakan senyap kuat sedang tumbuh. Feminisme bukan

Membaca Syahwat di Kitab Kuning

Oleh : Raden Siska Marini “Apakah haram menyentuh perempuan yang bukan mahram?” Pertanyaan ini kerap muncul di halaqah-halaqah pesantren ketika kitab Fathul Qarib dibuka. Namun yang jarang disentuh lebih jauh adalah: mengapa tubuh, syahwat, dan relasi tak pernah benar-benar dibahas

Dukung Kami dengan Donasi

Kami mengajak Anda untuk ikut serta dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan di Yayasan Srimanganti Nusantara.

Bantuan Anda sangat berarti bagi keberlangsungan program-program kami.

Rekening Donasi:

Bank: BRI
a.n: Putra Srimanganti Nusantara
180201000588566

Bukti Transfer :

Terima kasih atas donasi yang telah Anda berikan. Dukungan Anda sangat berarti bagi kelangsungan program kami di Yayasan Srimanganti Nusantara.