Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi): Digital Youth Movement – Suara Pemuda Menguatkan Penyiaran Kita
Jakarta, 15 Oktober 2025 | Kedai Tempo

Penyiaran adalah ranah publik yang harus kita jaga bersama. Pemuda sebagai motor penggerak siaran sehat harus mewarnai layar kaca kita dengan konten-konten positif, mengedukasi, dan memberikan hiburan yang sehat. Media mempunyai tanggung jawab sosial untuk menyiarkan konten-konten positif tersebut dengan batasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Demokrasi menjadi lebih sehat jika media berkualitas. Wajah Indonesia bisa kita lihat di layar kaca.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Mimah Susanti, dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) bertajuk “Digital Youth Movement – Suara Pemuda Menguatkan Penyiaran Kita” yang berlangsung di Kedai Tempo, Jakarta, Rabu (15/10).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog penting bagi generasi muda, pegiat media, dan aktivis untuk membahas peran pemuda dalam memperkuat ekosistem penyiaran di tengah tantangan era digital.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber lintas bidang, yakni Ali Rif’an (Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia), Nurfauzy Abdillah (Ketua Yayasan Srimanganti Nusantara), dan Kak Inda, pemerhati media dan demokrasi digital.

Dalam pemaparannya, Ali Rif’an menyoroti tantangan generasi muda yang hidup di era post-truth, di mana fakta sering kali tersisih oleh opini dan emosi. Menurutnya, post-truth adalah “saudara dekat hoaks” yang mengancam keakuratan informasi publik. “Anak muda perlu menjadi agen filter informasi yang berintegritas agar penyiaran tetap sehat dan kredibel,” ujarnya.

Sementara itu, Nurfauzy Abdillah menekankan pentingnya regulasi penyiaran yang adaptif dan berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa penyiaran tidak hanya berkaitan dengan teknis media, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap masyarakat. “Pemuda tak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus ikut mengawal regulasi penyiaran yang inklusif dan berpihak pada publik,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa Yayasan Srimanganti Nusantara berkomitmen mendukung gerakan pemuda untuk menciptakan penyiaran yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Adapun Kak Inda menyoroti hubungan erat antara anak muda, media sosial, dan demokrasi. Ia menjelaskan bahwa media sosial kini menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk menyalurkan ekspresi dan partisipasi publik. Namun, ruang digital ini juga menghadirkan tantangan besar seperti polarisasi, misinformasi, dan ujaran kebencian. “Demokrasi digital hanya bisa tumbuh jika anak muda mau membangun budaya dialog dan menjunjung etika komunikasi,” ujarnya.

Melalui diskusi ini, para narasumber sepakat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas penyiaran di Indonesia. Literasi digital, etika komunikasi, serta kesadaran sosial menjadi fondasi utama dalam membangun penyiaran yang sehat, berkarakter, dan berpihak pada kebenaran.

Kegiatan Digital Youth Movement ini menegaskan satu pesan kuat: suara pemuda adalah kunci untuk menguatkan penyiaran kita — menuju media yang mencerdaskan, berintegritas, dan merepresentasikan wajah terbaik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dukung Kami dengan Donasi

Kami mengajak Anda untuk ikut serta dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan di Yayasan Srimanganti Nusantara.

Bantuan Anda sangat berarti bagi keberlangsungan program-program kami.

Rekening Donasi:

Bank: BRI
a.n: Putra Srimanganti Nusantara
180201000588566

Bukti Transfer :

Terima kasih atas donasi yang telah Anda berikan. Dukungan Anda sangat berarti bagi kelangsungan program kami di Yayasan Srimanganti Nusantara.