Jakarta – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan kebangkitan bagi generasi muda Indonesia. Bertempat di Aula Istiqlal dan Terowongan Silaturahim, sejumlah organisasi kepemudaan dan NGO mengumandangkan gerakan #jagaIndonesia sebagai bentuk komitmen menjaga bangsa dari ancaman disintegrasi dan perpecahan.

Koorpresnas Koalisi Indonesia Muda, Onky Fachrur Rozie, menegaskan bahwa anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebangsaan. “Keterlibatan pemuda harus berkelanjutan. Kita mesti berani menyampaikan gagasan dan jangan diam. Jika generasi muda menjadi silent majority, bangsa ini rawan diadu domba oleh pihak-pihak yang haus kekuasaan,” ucapnya.

Senada, Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama RI sekaligus Founder The IDE Indonesia, mengingatkan pentingnya kecerdasan geopolitik. Menurutnya, memahami dinamika global menjadi kunci agar bangsa tidak mudah diperalat isu-isu yang bisa merusak persatuan. “Menjaga Indonesia bukan hanya soal retorika, tapi juga kemampuan membaca situasi dunia dengan cerdas,” katanya.

Sementara itu, Makmun Rasyid dari Center for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) menyoroti ancaman masifnya hoaks. Ia menyebut informasi palsu kini kerap dijadikan alat untuk mengikis kepercayaan antarwarga dan merusak kohesi sosial. “Hoaks bukan sekadar menyesatkan, tapi juga bisa menciptakan kecurigaan, memecah belah, bahkan mengadu domba rakyat dengan aparat,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Srimanganti Nusantara juga hadir menyuarakan komitmennya. Ketua Srimanganti yang diwakili oleh Fani Juantika Fahmi menegaskan bahwa peran generasi muda pesantren dan perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata. “Kami percaya menjaga Indonesia bukan hanya soal menjaga identitas bangsa, tetapi juga memastikan ruang kebangsaan inklusif, adil, dan memberi tempat bagi suara perempuan serta generasi muda dari berbagai latar belakang,” ungkapnya.

Deklarasi damai yang dilakukan oleh berbagai organisasi ini menjadi simbol tekad generasi muda untuk mengawal nilai Pancasila tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai fondasi menatap masa depan. Sejumlah organisasi yang hadir antara lain The IDE Indonesia, Partisipasi Corak Kebangsaan, CICSR, Koalisi Indonesia Anti Korupsi, Gerakan Indonesia Cerah, Centrum Muda Proaktif (KOSASI), Koalisi Indonesia Muda, Arus Informasi Santri Nusantara, MoRagister, serta Srimanganti Nusantara.

Peringatan ini meneguhkan pesan: menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama, dan generasi muda berada di garda terdepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dukung Kami dengan Donasi

Kami mengajak Anda untuk ikut serta dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan di Yayasan Srimanganti Nusantara.

Bantuan Anda sangat berarti bagi keberlangsungan program-program kami.

Rekening Donasi:

Bank: BRI
a.n: Putra Srimanganti Nusantara
180201000588566

Bukti Transfer :

Terima kasih atas donasi yang telah Anda berikan. Dukungan Anda sangat berarti bagi kelangsungan program kami di Yayasan Srimanganti Nusantara.